× Humaniora Kesehatan Lingkungan Gaya Hidup Perempuan Agama Seni Budaya Sastra Sosok Wisata Resensi Nawala Intermeso Esai Media
#OLAHRAGA

Start Selow Real Madrid-Barcelona dalam Perburuan Gelar La Liga

Hingga pekan ke-11, kedua tim memang masih bercokol di posisi teratas dan runner-up klasemen sementara...

Freelancer
Start Selow Real Madrid-Barcelona dalam Perburuan Gelar La Liga
Foter.com

04/11/2019 · 1 Menit Baca

Sudah bukan rahasia, Barcelona dan Real Madrid adalah dua rival abadi di La Liga. Persaingan dua raksasa Spanyol itu bukan baru musim ini saja tetapi sudah berlangsung sejak lama. 

Pemain dan pelatih boleh saja datang dan pergi, tetapi persaingan mereka tetap abadi. Musim ini persaingan kedua klub telah dimulai sejak bergulirnya Liga Spanyol pada 17 Agustus 2019 lalu. 

Barcelona yang di atas kertas lebih diunggulkan meski bermain tanpa Lionel Messi, tumbang 0-1 di markas Athletic Bilbao pada laga perdana. Sebaliknya, Real Madrid meraih hasil positif dengan mengalahkan Celta Vigo 3-1. 

Hanya saja start bagus Madrid tidak diikuti konsistensi pada laga selanjutnya sehingga tergusur dari puncak klasemen. Tak hanya Los Blancos, masalah konsistensi juga menghinggapi kubu Barcelona. 

Blaugrana sudah menelan 3 kekalahan dari 11 laga Liga Spanyol musim ini. Tujuh laga La Liga lainnya dimenangi El Barca dan satu laga berakhir tanpa pemenang. Sementara Madrid membukukan 7 kemenangan, 3 hasil imbang dan 1 kekalahan. 

Hingga pekan ke-11, kedua tim memang masih bercokol di posisi teratas dan runner-up klasemen sementara dengan raihan poin sama 22. Barcelona berhak menempati posisi teratas karena unggul selisih gol 15 berbanding 13. 

Namun raihan 22 poin dari 11 laga jelas bukan hasil terbaik bagi tim sekelas Barcelona dan Real Madrid.  Raihan 22 poin dari 33 poin maksimal yang tersedia bukan statistik luar biasa.

Jumlah poin Barcelona dan Madrid  lebih kecil dibanding pemuncak klasemen sementara kompetisi LIga Eropa lainnya. Liverpool memimpin klasemen Liga Premier dengan dengan 31 poin dari 11 laga, Juventus 29 poin juga dari 11 laga atau Paris Saint Germain (PSG) 27 poin dari 12 pertandingan.

Dana besar yang digelontorkan untuk investasi pembelian pemain di awal musim belum terlihat signifikan hasilnya. Kehadiran Antoine Griezmann di Camp Nou dan mendaratnya Eden Hazard di Santiago Bernabeu belum membuat semua menjadi lebih mudah. 

Hazard yang dibeli Real Madrid dari Chelsea seharga 100 juta euro atau sekitar Rp1,61 triliun baru mengemas 1 gol dari enam penampilan di La Liga. Setali tiga uang, Hazard, Griezmann masih belum menemukan ketajamannya bersama Blaugrana. 

Harga 120 juta euro (Rp 1,8 triliun) yang melekat pada Griezmann masih belum sepadan dengan ekspektasi tinggi Madrid untuk kembali berjaya di level domestik dan Eropa. Eks bintang Atletico Madrid itu baru mengemas 4 gol dari sepuluh laga La Liga.

Pelatih Barcelona, Ernesto Valverde dan kembalinya Zinedine Zidane sebagai bos Madrid punya tugas berat mengangkat performa timnya. Masalah turun-temurun Barcelona adalah  ketergantungan yang tinggi kepada Messi, 

Sama seperti pendahulunya, Valverde harus menghilangkan atau paling tidak mengurangi ketergantungan timnya kepada Messi. Cedera Messi di awal musim sudah secara gamblang menunjukkan tanpa La Pulga, Barcelona benar-benar dalam kesulitan.

Mengandalkan Messi seorang untuk memenangi setiap pertarungan bisa menjadi bumerang. Karena meski Messi mencetak gol, tidak serta merta menjamin Barcelona bisa meraih kemenangan. 

Laga kontra Levante di pekan ke-11 menjadi bukti, berharap dari gol Messi saja tidak cukup untuk memenangi laga. Peran pemain lain termasuk lini pertahanan juga penting. Messi sempat mencetak gol pembuka sebelum Levante membalas dengan tiga gol. 

Sementara di kubu Madrid, diakui atau tidak, kepergian Cristiano Ronaldo ke Juventus musim lalu sangat berdampak bagi Los Blancos. Tak hanya di Liga Spanyol, Los Blancos babak belur di Liga Champions.

Sejak berpisah dengan Ronaldo, Madrid tidak saja kehilangan ikon tetapi juga ruh permainannya. Madrid bukan tidak menyadari konsekuensi itu. Perburuan pemain top telah dilakukan, namun menemukan 'duplikat' Ronaldo ternyata tidak mudah. 

Eden Hazard yang diharapkan mengisi kekosongan ruang yang ditinggalkan Ronaldo belum nyetel plus cedera yang membekapnya di awal musim. Di sisi lain, Madrid tidak bisa menunggu karena rfida kompetisi terus berputar degan level persaingan yang semakin ketat. 

Zidane membutuhkan pemain yang mampu menjadi pembeda bukan pemain biasa. Pemain dengan tipikal seperti itu bisa menjadi kartu as Zidane ketika Karim Benzema, Gareth Bale dan Hazard paceklik gol. 

Valverde dan Zidane berpacu dengan waktu untuk meningkatkan performa timnya. Hanya dua hal yang dibutuhkan ketika menangani klub sebesar Barcelona dan Madrid, kemenangan dan trofi. Tanpa itu sulit berharap untuk tetap bertahan.   


Share Tulisan Arif SP


Tulisan Lainnya

Asosial

#ESAI - 19/07/2021 · 15 Menit Baca

Bendera Putih

#ESAI - 18/07/2021 · 15 Menit Baca