× Humaniora Kesehatan Lingkungan Gaya Hidup Perempuan Agama Seni Budaya Sastra Sosok Wisata Resensi Nawala Intermeso Esai Media
#SASTRA

Daun Jatuh Tak Tergesa-gesa

Sajak Sabtu
Daun Jatuh Tak Tergesa-gesa
Ilustrasi: Pixabay.

30/01/2021 · 1 Menit Baca

:untuk Benny Arnas

jatuh daun 
dimainkan angin
itulah mengapa Adam
dan Hawa tergoda 
pohon purba

jatuh daun 
tak tergesa-gesa
sebab ia
digugur rindu angin
pada tanah

bertirakatlah pohon-pohon
maka pucuk pun 
beriba pada ranting
sampai waktunya
daun-daun gugur
dijemput silara waktu

Ibrahim Gibra
27 Januari 2021

 

ombak di dada ini pun menderu
:untuk Dinda Je

sudah kubilang
gugur daun ketapang
karena reranting melupa
akar

tapi deru ombaklah
yang memecah 
ini rindu
bertahun-tahun

di manakah ombak?
ke manakah ombak?

sampai pantai pun
tak bisa lagi 
merapal pasir

batu-batu pun diam
dalam diam

Ibrahim Gibra
17 Januari 2021

 


setiap kubuka peta itu
:untuk Dinda Je

setiap kubuka peta itu
garis-garis maya bermain-main

setangkai rindu
jatuh di dada ini

dua peta
dua kota
satu perempuan berderu

Ratahan ke Amurang
bukan jarak
bukan pantai
bukan waktu
bukan gunung

di pelabuhan Bitung
aku tak punya kata terbaik
yang menghidupkan
pantai dan gunung

tapi siapakah yang tahu
Tuhan sedang melipat
segala rahasia?

Ibrahim Gibra
22 Januari 2021

 

tulude1
:untuk Semuel Muhaling

di ujung hari
ini waktu selalu saja 
mengaksara jejak

lalu kita sibuk bicara lagi
tentang esok yang entah

tulude:
ini syukur
mengemas
segala rahasia waktu

tapi kali ini
iya, kali ini
kita mesti menulisnya
dengan kata baru:
tulude yang melampaui
horison syukur

Ibrahim Gibra
29 Januari 2021

1upacara adat ucapan syukur masyarakat Nusa Utara, Sangihe, tiap tanggal 31 Januari.


Ibrahim Gibra, nama pena dari Gufran A. Ibrahim, punya kegemaran menulis artikel ihwal bahasa, masalah sosial budaya, demokrasi, pendidikan, dan literasi di Kompas dan di sejumlah koran lainnya. Ia juga menulis sajak dan cerpen yang diterbitkan dalam bentuk buku maupun diterbitkan di koran cetak dan daring. Gufran A. Ibrahim adalah Guru Besar Antropolinguistik pada Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun. Ibrahim Gibra telah menerbitkan antologi sajak pertamanya, Karang Menghimpun Bayi Kerapu (Penerbit Jual Buku Sastra, 2019). Kini Ibrahim Gibra telah merampungkan antologi sajak kedua, Nikah Daun-Daun, Resepsi Pohon-Pohon (sedang dalam proses penerbitan) dan antologi ketiga, Makrifat Laut (sedang dalam penyuntingan). Ia juga telah merampungkan buku kumpulan artikelnya yang pernah dimuat di Kompas dan koran lainnya, Bertutur di Ujung Jempol: Esai Bahasa, Agama, Pendidikan, dan Demokrasi (kini sedang dalam proses penerbitan). Ibrahim Gibra dapat dihubungi via ibrahim.kakalu@gmail.com


Share Tulisan Ibrahim Gibra


Tulisan Lainnya

Warakatulikhlas VI (Selesai)

#ESAI - 11/05/2021 · 15 Menit Baca

Warakatulikhlas V

#ESAI - 10/05/2021 · 15 Menit Baca

Laut

#ESAI - 08/05/2021 · 3 Menit Baca