× Humaniora Kesehatan Lingkungan Gaya Hidup Perempuan Agama Seni Budaya Sastra Sosok Wisata Resensi Nawala Intermeso Esai Media
#SASTRA

Dari Timur Matahari Berenang

Puisi
Dari Timur Matahari Berenang
Ilustrasi: Teluk Loloda. Foto: Koleksi Sendiri

05/02/2021 · 3 Menit Baca

Dari timur
matahari berenang
kemudian terbang
dari barat
papa pikul dayung
apa masih kau kenang?

Dari timur
ombak naik pecah di teluk
dari barat
papa dan mama turun dari bukit
apa masih kau peluk, apa masih kau sebut?

Supu, 2021.

 


FAJAR ITU ADA DI SINI

Fajar itu ada di sini
di paka-paka ombak
di lambung perahu papa yang bertarung
disembunyikan ombak, dilempar-lempar arus
dikatapel-katapel angin, dijubi-jubi hujan
dimet-met matahari.

Kamu pernah melihatnya
saat dulu kamu duduk
di atas bodi perahu
papa hilang dari matamu
lalu pandanganmu
berpasiar ke mana-mana.

Fajarmu ada di sini, anakku
maka bersekolahlah dengan benar
untuk hari depanmu, tangan papa
akan tetap kuat memegang dayung
meski di tengah gelombang, di gate arus
di bawah hujan yang jatuh berderas-deras
perahu papa tak berpayung.

Fajarmu ada di sini, anakku
di dada papa, di bahu papa
maka berdaya-dayalah, berupaya-upayalah
sebab nasibmu---- tak mesti seperti papa.

Supu, 2021.



KALAU SEKOLAH

Kalau sekolah
cuma ingin main-main
pulanglah ke kampung
bantu papa bikin kelapa
supaya tahu lelah papa

berhari-hari paras kelapa
berhari-hari panjat kelapa
berhari-hari gendong bika
sampai merah, sampai luka tangan papa
sampai luka---------- dada dan bahu papa

cukup sudah
di para-para
mata papa berasap
sementara di sana---- hanya
kenalpot dan mulut yang berasap.

Supu, 2021.



KATA PELAUT KEPADA ISTRINYA

Aku saja yang pergi
kamu di rumah menjaga anak-anak kita
meski hujan, jangan khawatir, jangan cemas
sebab selain membasahi, ia tidak akan membunuh.

Bila berjam-jam aku
di laut dan hujan telah reda
datanglah ke pantai, jemputlah aku
sebab tanganku yang dua ini terlalu lepas
untuk mendekap---------- setiap yang datang.

Supu, 2021.



SEBELUM PERGI BARANGKALI DESEMBER

Sebelum pergi, barangkali
Desember sudah berbisik kepada Januari,
ambillah! Ambillah,
angin, hujan, dan ombak ini
bila waktunya, berilah kepadanya
sebagai tanda cinta dan tanda ingat.

Malam itu, siang itu
hujan turun berderas-deras
angin bertiup kencang-kencang
ombak memukul keras-keras.

Barangkali
di tengah padam siang itu
Januari berbisik,
sudah kuberi, kepadanya
kepada bumi, kepada pohon-pohon
air, air, dan air, bukan api, bukan batu
jika mereka menerima
sebagai tanda cinta dan tanda ingat
maka selain perenungan, tidak akan ada duka.

Supu, 2021.


AKU TUMBUH DARI BEBERAPA BA

Aku tumbuh dari beberapa ba-
babari----barorio----baleleyan

babari adalah tangan tete dan tangan nene,
tangan papa dan tangan mama, tangan om dan tangan bibi
tangan jujaru dan tangan ngongare, tangan cucu dan tangan cece
bersatu di dalam dada. Bersilang di antara rumah sabua pantai
dan kebun---------dan tak pernah ingin saling memutuskan.

Babari tidak hanya tali atau labrang pengikat sauh. Babari adalah
budaya yang memberi daya, bukan budaya yang bikin orang kapala gaya
babari adalah baku bantu tanpa pantang, bukan baku banting sampai bunting
apalagi baku tongka sambil baku gunting. Babari adalah gotong-royong, bukan potong-royong.

Aku tumbuh dari beberapa ba-
babari----barorio----baleleyan

barorio adalah hati tete dan hati nene
hati mama dan hati papa, hati om dan hati bibi
hati jujaru dan hati ngongare, hati cucu dan hati cece
bersatu di dalam loyang---bukan karena satu moyang.
Barorio adalah membeli dan memberi, mengantar
tanpa diminta, diantar tanpa meminta.

Aku tumbuh dari beberapa ba-
babari----barorio----baleleyan

baleleyan adalah tangan tete dan tangan nene,
tangan papa dan tangan mama, tangan om dan tangan bibi
tangan jujaru dan tangan ngongare, tangan cucu dan tangan cece
beradu di atas meja, beradu di atas sosiru, beradu di dalam belanga
beradu di dalam dandang, untuk meja, untuk tamu yang datang berkunjung.

Supu, 2021.

babari: baku bantu 
barorio: memberi sesuatu
baleleyan: baku bantu dalam hajad.


Share Tulisan Abi N. Bayan


Tulisan Lainnya

Warakatulikhlas III

#ESAI - 01/05/2021 · 15 Menit Baca

Musim Berganti

#SASTRA - 01/05/2021 · 1 Menit Baca