× Humaniora Kesehatan Lingkungan Gaya Hidup Perempuan Agama Seni Budaya Sastra Sosok Wisata Resensi Nawala Intermeso Esai Media
#SASTRA

Secangkir Malam

Sajak Putri Valinsya

Content Creator
Secangkir Malam
Ilustrasi: Pixabay.

12/02/2021 · 3 Menit Baca

dia masih di sana
menikmati secangkir malam 
yang jauh lebih pahit
dari kopi kesukaanmu:
janji itu

Putri Valinsya
November 2017

 

Bila Kita Memilih Pergi dari Janji
-kepada suami istri yang bertengkar di ujung jalan itu

ini cinta telah purna

Putri Valinsya
Juni 2020

 

Puisi Tak Pernah Sembunyi

Puisi tidak terlahir dari rahim senja 
atau terbit dari segelas kopi 
lantas tumbuh subur antara bait-bait hujan
yang katanya riam kenangan
Sebab ketika sedang mengucek pakaian di kamar mandi 
perut laparku berkhayal mengunyah puisi

Puisi tidak ditanam di dasar laut 
atau bertapa di padang paling bisu 
untuk ditemukan seorang penyair dengan sangat hati-hati 
pada sebuah perjalanan keheningan
Sebab di malam hari aku pernah pergi mencari angan
yang konon sembunyi di riak ombak
tetapi angin menembus tulang-tulang 
dengan garang mendahului kata-kata

Puisi tak pernah sembunyi
kadangkala ia hanya ingin beristirahat dalam jiwa
ketika kau lelah atau lupa menulis dan membaca

Putri Valinsya
Juli 2020

 

Derana

Sebermula kemuning mewarna bukit
menera laut
dan meriap di teduh mataku
Aku menyapa aroma 
yang pelan-pelan membasuh dada
merajut luka sebagai lautan 
untuk senantiasa lapang 
di desir-desir panjang penantian.

Kulihat alam menggenggam musim 
semerdu kekasih
menggiringnya 
meniti helai demi helai takdir 
untuk sampai ke pangkuan anindita.

Tapi kapan, entahlah
Kau pun tahu, kita perahu
Bukan rahasia bila pagi meredup tiba-tiba 
atau badai merekah.

Seumpama malapetaka adalah diri sendiri
kita akan senantiasa menerima
menyambutnya dengan doa
Hingga sebuah aroma 
pelan-pelan membasuh dada
menyapa kita yang derana.

Putri Valinsya
Juli 2019

 


Bila Hujan Kau Kirim Tanpa Jeda

kuyup kami
didera luka
hanyut kami
pada entah

Putri Valinsya
Januari 2021

 

Suara dari Meja Makan

Matahari tengah menera pagi
ketika lapar menyeret tubuhku 
ke meja makan
di situ kutemui tudung saji 
didekap sunyi.

Aku lupa lagi
Kemarin beras dan minyak goreng 
memang sudah habis
dan roti lapis kiriman ibuku
kulahap penuh malam tadi.

Di lemari hanya ada sebungkus kopi
gula lupa kubeli.

Aku belum bisa membeli 
rupa-rupa kebahagiaan 
untuk kunikmati di meja makan ini.

Putri Valinsya
Februari 2021

 


Patahkan Ini Sepi 

Pandemi masih begitu asyik 
mengaliri lekuk-lekuk sungai waktu
Bergulir sepanjang entah
Kataku entah siapa, katamu entah ke mana
Lalu kita menjadi begitu sibuk 
dengan perdebatan yang entah itu juga
meski memar dibentur tanya 
mengapa begini mengapa begitu
mengapa kita acapkali mengabaikan janji 
dan kesepakatan-kesepakatan yang 
kita ciptakan sendiri?

Jika ini lara tak akan tinggal sebegini lama
Sekadar berjalan mengitari gelanggang yang itu-itu saja
hingga waktu seakan tak lagi mengenali penantian
termangu menyaksikan kita jadi sekuntum layu 
yang kehilangan mekar dan warna
Tinggal kering ranting mengharap tumbuh
berseru pada murka angin:
"patahkan ini sepi jadi hilang"

Putri Valinsya
Oktober 2020


Putri Valinsya yang memiliki nama lengkap Putri Valinsia Pulumbara, lahir di Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, 15 Februari 2003. Sekarang sedang menekuni pendidikan di SMA Negeri 1 Tahuna, kelas XII Bahasa. Tertarik kepada dunia menulis sejak Sekolah Dasar.
 


Share Tulisan Lefo Ikhtisar


Tulisan Lainnya

Asosial

#ESAI - 19/07/2021 · 15 Menit Baca

Bendera Putih

#ESAI - 18/07/2021 · 15 Menit Baca