× Humaniora Kesehatan Lingkungan Gaya Hidup Perempuan Agama Seni Budaya Sastra Sosok Wisata Resensi Nawala Intermeso Esai Media
#SASTRA

Ibu

Sajak Putri Valinsya

Content Creator
Ibu
Ilustrasi: Pixabay.

26/02/2021 · 1 Menit Baca

: adalah puisi yang tidak akan pernah selesai ditulis

Putri Valinsya
Mei 2018

 


Munajat

Siapakah aku sebenarnya?
aku menampar debu di kemeja hitam yang melusuh
tetapi pohon melempar getahnya
aku menatap hijau temui kemuning
lalu kemuning diterpa kering
Dan di saat-saat itu, Kau bilang Kau sedang memanggilku?
aku tidak melihat-Mu di sana sedetik saja
aku pun tidak mendengar apa-apa
aku hanya melihat drama politik yang klise
banjir pasang surut merendam kota
dan negara yang compang-camping diamuk demonstrasi
aku hanya mendengar skandal artis yang siang malam di ulas redaksi
juga beberapa keping keadilan yang terbengkalai 
bersama gedung-gedung sisa pembangunan.

Kau tahu? Ketika Kau bilang Kau sedang memelukku
aku tidak merasakan sentuhan apa-apa
Kadang aku malah membenci-Mu, membenci aturan-Mu
Tetapi inilah alasanku bertanya perihal siapa aku sebenarnya
Mengapa Kau selalu menegurku dengan cara yang tak terpahami? 
Aku memaki-Mu ketika Kau meremukkan tubuh kotaku 
dan membuatnya porak-poranda
tetapi Kau tetap memberiku hidup setelah itu
Kau tetap begitu mencintaiku 
dengan cara yang tak pernah bisa kutebus
atau bahkan kutolak dengan kejahatan sekalipun

Putri Valinsya
Mei 2020

 


Tentang Angin

aku belum selesai menyisir kenangan yang berantakan di kepala 
ketika kau melintas sebagai angin

Putri Valinsya
Agustus 2020

 


Rindu

Malam begitu rindang dan isi cangkirku cuma kenangan tentang matamu

Putri Valinsya
Desember 2020

 


Banjir itu Apa

"Menurutmu banjir itu apa?"
"Hei, banjir itu apa?
"Banjir itu..."
"Apa?"
"Banjir itu akhir cerita dari cinta yang tak kita tanami pohon-pohon percaya. Atau bisa jadi, banjir itu juga lahir dari ego yang setiap hari kita buang ke sungai dan selokan"

Putri Valinsya
21 Februari 2021

 


Seperti Lautan itu Adalah Diri-Mu

Bila pantai ini melahirkanku sebagai pasir
sekarang aku sudah hilang jumlah
Letih dihempas angin 
yang tak henti memuskilkan sepi 
jadi labirin dalam kepala
Dan jadi tanya; aku di mana?
Sebab seperti lautan itu adalah desir kalimat-Mu
aku mendengarnya dengan kedua bola mataku
Seperti lautan itu adalah diri-Mu
aku telah berenang-renang di dalamnya
dengan dosa-dosaku

Putri Valinsya
Januari 2021

 


Cinta Tercipta dari Tunggu

Sehari rasa setahun mendaki
Sebulan rasa seminggu mencari
Setahun rasa sehari; enggan menepi.
Ya, begitu.
Cinta adalah candu yang tercipta dari tunggu.

Putri Valinsya
Februari 2021

 

Putri Valinsya yang memiliki nama lengkap Putri Valinsia Pulumbara, lahir di Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, 15 Februari 2003. Sekarang sedang menekuni pendidikan di SMA Negeri 1 Tahuna, kelas XII Bahasa. Tertarik kepada dunia menulis sejak Sekolah Dasar.


Share Tulisan Lefo Ikhtisar


Tulisan Lainnya

Perempuan Lautmu

#SASTRA - 10/04/2021 · 1 Menit Baca

Tan dan Lilinga

#SASTRA - 10/04/2021 · 5 Menit Baca