× Humaniora Kesehatan Lingkungan Gaya Hidup Perempuan Agama Seni Budaya Sastra Sosok Wisata Resensi Nawala Intermeso Esai Media
#SASTRA

Seumpama Hujan Turun dari Langit

Sajak Sabtu
Seumpama Hujan Turun dari Langit
Ilustrasi: Pixabay.

06/03/2021 · 1 Menit Baca

:untuk Sri Ambarawati
 
seumpama hujan
turun dari langit
tidakkah tanah bergembur akar?
lalu pohon berangin daun
di antara kabut semusim
yang kau lihat
setiap pagi dan sore

seumpama hujan
turun dari langit
tak bisakah burung dan hewan melata
belajar pada air yang jatuh
dari kesibukan seribu malaikat?

mungkin manusia tak selalu 
belajar pada dahan berbasah
dari pohon yang merayakan hutan

padahal Tuhan pun sudah bilang:
air jatuh karena perjumpaan uap dan awan
dari sini semuanya bermula

:tanah menjaga akar
akar menegakkan pohon
pohon berangin daun
daun meneduhkan sungai
agar air tak berderau pada bengawan 
agar hujan tak bermusim duka

supaya kau pun bisa terus berdiri 
di bukit itu 
sampai hujan datang kembali 
di lain waktu 

Ibrahim Gibra
20 Februari 2021

 

di bawah pohon waktu
:untuk Anang Santosa

ini akhir pekan
sepertinya kita telah
banyak berkata

lalu kita berleha-leha
di bawah pohon waktu
menunggu dengan harap-harap cemas
mungkinkah ada lagi kata sepekan nanti?

seperti musafir yang bermimpi
tentang buah ranum jatuh
dari pohon waktu
kita pun berharap
masih bisa meminjam kata
untuk menulis kelana yang lain

Ibrahim Gibra
27 Februari 2021 

 

dan api pun memadamkan hutan

ini tentang matahari di atas ubun-ubun
yang berkunjung ke hutan hujan

satu-satu daun terbakar
lalu ranting geletak ringkih
di atas tanah yang berkali-kali
dipetak syahwat

Ibrahim Gibra
1 Maret 2021

 

mangga madu, mangga arum manis

aku tak suka mangga madu
tersebab tak ada perempuan yang
mau dimadu

tapi aku suka mangga arum manis
tersebab semua perempuan
menjadi makin manis
bila disatu-satu

Ibrahim Gibra
20 Februari 2021

 


Ibrahim Gibra, nama pena dari Gufran A. Ibrahim, punya kegemaran menulis artikel ihwal bahasa, masalah sosial budaya, demokrasi, pendidikan, dan literasi di Kompas dan di sejumlah koran lainnya. Ia juga menulis sajak dan cerpen yang diterbitkan dalam bentuk buku maupun diterbitkan di koran cetak dan daring. Gufran A. Ibrahim adalah Guru Besar Antropolinguistik pada Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun. Ibrahim Gibra telah menerbitkan antologi sajak pertamanya, Karang Menghimpun Bayi Kerapu (Penerbit Jual Buku Sastra, 2019). Kini Ibrahim Gibra telah merampungkan antologi sajak kedua, Musim yang Melupa Waktu (sedang dalam proses penerbitan) dan antologi ketiga, Pucuk pun Beriba pada Ranting (sedang dalam penyuntingan). Ia juga telah merampungkan buku kumpulan artikelnya yang pernah dimuat di Kompas dan koran lainnya, Bertutur di Ujung Jempol: Esai Bahasa, Agama, Pendidikan, dan Demokrasi (kini sedang dalam proses penerbitan). Ibrahim Gibra dapat dihubungi via ibrahim.kakalu@gmail.com

 


Share Tulisan Ibrahim Gibra


Tulisan Lainnya

Perempuan Lautmu

#SASTRA - 10/04/2021 · 1 Menit Baca

Tan dan Lilinga

#SASTRA - 10/04/2021 · 5 Menit Baca