× Humaniora Kesehatan Lingkungan Gaya Hidup Perempuan Agama Seni Budaya Sastra Sosok Wisata Resensi Nawala Intermeso Esai Media
#OLAHRAGA

Sensasi RB Leipzig Polesan Pelatih Muda Jerman

Musim lalu, Leipzig finis di peringkat ketiga Bundesliga di bawah dua raksasa, Bayern Munich dan Borussia Dortmund.

Freelancer
Sensasi RB Leipzig Polesan Pelatih Muda Jerman
Foto: needpix

29/11/2019 · 1 Menit Baca

Rasen Ballsport Leipzig atau RB Liepzig baru saja menorehkan sejarah untuk pertama kali melaju ke babak 16 besar Liga Champions. Kepastian klub Jerman itu lolos ke fase knock out setelah bermain imbang 2-2 dengan Benfica.

Leipzig hanya membutuhkan 1 poin untuk lolos saat menjamu Benfica di Red Bull Arena, Kamis (28/11/2019) dinihari WIB. Namun jalan RB Leipzig mengunci tiket ke babak 16 besar tidak dilalui dengan mudah. 

Mereka harus melakoni laga dramatis setelah tim tamu unggul dua gol lebih dulu hingga jelang akhir laga. Dua gol Benfica dicetak Pizzi di menit ke-20 dan digandakan Carlos Vinicius di menit ke-59.

Ketika laga akan berakhir dengan kekalahan, Leipzig bisa menyamakan kedudukan lewat dua gol di menit akhir dan injury time. Diawali penalti yang sukses dieksekusi Emil Forsberg di menit ke-89, tuan rumah memaksakan hasil imbang setelah pemain yang sama mencetak gol kedua di masa injury time.

Hasil imbang ini sudah cukup untuk meloloskan Leipzig. Dengan tambahan 1 poin. Leipzig mengumpulkan 10 poin dari lima laga dan memimpin Grup G, unggul 3 poin dari Zenit St Petersburg dan Lyon di posisi kedua dan ketiga.

Meski secara matematis, poin Leipzig masih bisa dismai Zenit atau Lyon, tetapi Leipzig tetap akan lolos. Ini tak lepas dari keunggulan head-to-head Leipzig atas Zenit dalam dua pertemuan.

Mungkin masih belum banyak penggemar sepakbola yang mengenal Leipzig. Dibanding tiga tim Jerman lainnya yang juga bermain di Liga Campions musim ini, yakni Bayern Munich, Borussia Dortmund dan Bayer Leverkusen, nama Leipzig memang masih kalah populer.

Klub asal kota Leipzig berjuluk Die Roten Bullen itu memang baru berdiri pada tahun 2009. Kejutan Leipzig baik di liga domestik dan Eropa tak lepas dari sentuhan pelatih Julian Nagelsmann.

Nagelsmann yang kini berusia 32 tahun pernah menjadi pelatih termuda dalam sejarah Bundesliga saat menangani Hoffenheim. Saat itu, dia menjalani musim pertamanya bersama Hoffenheim di usia 28 tahun,

Di musim perdananya, Nagelsmann membawa Hoffenheim finis di urutan keempat Bundesliga. Pencapaian itu meningkat di musim keduanya dengan menempatkan Hoffenheim di peringkat ketiga sehingga berhak atas tiket Liga Champions yang sekaligus menjadi sejarah klub.

Akhir musim lalu, Nagelsmann memilih meninggalkan Hoffenheim untuk menangani Leipzig. Polesan Nagelsmann ke Leipzig mulai menunjukkan hasil di 12 laga pembuka Bundesliga. Liepzig menempati posisi kedua klasemen sementara dengan 24 poin dari 12 pertandingan sama dengan poin Bayern Munich.

Skuat Nagelsmann hanya terpaut 1 poin dari Borussia Moenchengladbach yang memimpin klasemen. Tim ini disebut-sebut menjadi pesaing utama Bayern dalam perebutan gelar Bundesliga musim ini.

Leipzig memiliki pemain yang kompetitif. Selain duo striker tajam, Timo Werner dan Yussuf Poulsen, Leipzig juga memiliki pemain andalan seperti Peter Gulasci, Dayot Upamecano, Emil Forsberg dan eksekutor bola mati, Marcel Sabitizer.

Mereka juga terus menambah kekuatan dengan aktif di jendela transfer musim panas lalu. Kehadiran pemain baru, Christopher Nkunku (PSG), Patrik Shick (AS Roma), Hannes Wolf (RB Salzburg), Ademola Lookman (Everton) dan Ethan Ampadu (Chelsea) diharapkan bisa menerbangkan tim lebih tinggi lagi.

Musim lalu, Leipzig finis di peringkat ketiga Bundesliga di bawah dua raksasa, Bayern Munich dan Borussia Dortmund. Musim ini, publik Red Bull Arena akan menunggu apa yang diberikan Nagelsmann pada Mei tahun depan.


Share Tulisan Arif SP


Tulisan Lainnya

Lelaki Kembara Itu Bertemu Pulang

#SASTRA - 30/05/2021 · 1 Menit Baca