× Humaniora Kesehatan Lingkungan Gaya Hidup Perempuan Agama Seni Budaya Sastra Sosok Wisata Resensi Nawala Intermeso Esai Media
#POLITIK

RUU Ketahanan Keluarga, Negara Kasih Apa?

Negara harusnya membentengi kelurga dari beragam peraturan yang memisahkan antar anggota keluarga.

Metafisikawan
RUU Ketahanan Keluarga, Negara Kasih Apa?
Keluarga. Foto: Pixabay

21/02/2020 · 1 Menit Baca

Rancangan Undang-Undang Ketahanan Keluarga kembali mencuat dan menjadi polemik di sebagian kelompok masyarakat. Sejumlah pasal dalam draft tersebut dianggap masuk ke ranah privat sehingga layak ditolak. Namun, apakah lantas menolak sebagian pasal-pasal tersebut kemudian dapat menggugurkan keseluruhan draft tersebut?

Persoalan keluarga sejatinya menjadi problem yang linier dengan kondisi bernegara dalam hal ini politik suatu negara. Dalam filsafat klasik ataupun Islam misalnya persoalan tersebut menjadi ranah dalam pembahasan etika, karena mereka meletakkan substasi (subjek matter) persoalan dalam kaitannya dengan turunannya dengan diri manusia dan hubungannya dengan individu lainnya.

Filsafat Yunani mendudukan persoalan-persoalan tersebut dalam ranah ekonomi. Bahasa Yunani menyebut Oicos (keluarga) dan Nomos (peraturan, undang-undang, atau hukum). Ekonomi dalam hal ini ilmu pengetahuan yang membahas pengaturan rumah tangga atau keluarga.

Dalam hal ini, bagaimana individu beretika akan membentuk pola ketika individu tersebut berelasi dengan yang lainnya. Relasi mendasar antar individu karena didasarkan pada hak dan kewajiban adalah pernikahan atau yang disebut berkeluarga, bertetangga, hingga bernegara, ataupun persoalan relasi individu lain yang berdasar kesepakatan.

Ibnu Sina dalam "As Shifa" memandang bahwa hubungan manusia dan tatanan kepengaturan memiliki dua substansi. Pertama adalah kebutuhan kerjasama dan saling membantu. Kedua adalah kebutuhan aturan atau hukum itu sendiri.

Menurut Ibnu Sina, manusia berbeda dengan hewan. Manusia tidak dapat memperbaiki kehidupannya jika hidup dalam kesendirian dalam hal mengelola persoalannya. Manusia semestinya harus saling melengkapi. Sementara itu terkait eksistensi manusia dan keberlangsungan hidup membutuhkan kerjasama. Manusia membutuhkan hukum dan keadilan yang juga membutuhkan pemberi hukum dan penegak.

Artinya dalam hal ini, apa yang harus diberikan negara sebagai pemberi hukum sekaligus penegak keadilan guna mencapai konsep Ketahanan Keluarga yang pada akhirnya adalah kebahagiaan penduduknya. Negara dalam hal ini di sisi lain harus juga membentengi keluarga dari dampak-dampak buruk segala aturan yang menjauhkan atau memisahkan kasih sayang antara anggota-anggota keluarga

Berkaca dari Finlandia

Finlandia dinobatkan menjadi negara yang paling membahagiakan. Bahkan tak hanya bagi warganya, juga bagi pelancong yang mencoba mengeksplorasi negara itu.

Konsep yang paling nyata dari Finladia adalah mampu membangun kesetaraan gender yang hubungannya dengan kepengurusan anak. Kepengurusan anak tak akan lepas dari kasih sayang yang setara dari kedua orang tua yang mengejawantah dalam praktik-praktik kehidupan sosial.

Finlandia menganggap bahwa generasi penerus memiliki peran besar dalam membangun ketahanan negara sehingga pola kepengurusan keluarga mengarah kepada perbaikan keturuanan, baik dari sisi finansial, kesehatan, pendidikan, ataupun waktu kebersamaan kedua orang tua dalam mencurahkan kasih sayang kepada anak-anak mereka.

Salah satunya adalah ketika seorang laki-laki menjadi ayah dia berhak atas cuti selama 54 hari. Aturan itu diberikan negara kepada ayah agar memiliki waktu lebih banyak bagi bayinya. Sementara sang perempuan yang menjadi ibu berhak mendapat cuti selama 105 hari. Dalam hal ini negara tidak masuk ke ranah privat keluarga. Namun negara membentengi dari berbagai hal yang bisa memisahkan kasih sayang mereka. Tak hanya terkait kelahiran anak, undang-undang pernikahan tidak berada dalam ranah peradilan domestik. Artinya, pernikahan dan perceraian tidak diatur dalam peradilan khusus.


Share Tulisan Achmad Kirin


Tulisan Lainnya

Warakatulikhlas III

#ESAI - 01/05/2021 · 15 Menit Baca

Musim Berganti

#SASTRA - 01/05/2021 · 1 Menit Baca