× Humaniora Kesehatan Lingkungan Gaya Hidup Perempuan Agama Seni Budaya Sastra Sosok Wisata Resensi Nawala Intermeso Esai Media
#SEJARAH

Rais Abin untuk Misi Perdamaian Dunia

Salah satu panglima yang ikut serta dalam MPP PBB.
Rais Abin untuk Misi Perdamaian Dunia
law-justice.co

19/12/2020 · 1 Menit Baca

Indonesia di percaya melakukan Misi Pemeliharaan Perdamaian (MPP) oleh PBB dengan Kontingen Garuda XXX di Lebanon (UNFIL). Kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian PBB dengan mengirim tentara untuk ikut serta sudah dilakukan sejak 1957 seperti yang diamanatkan UUD 1945 alenia IV untuk ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Pelaksanaan UUD 1945 alinea IV diwujudkan melalui partisipasi dan kontribusi aktif Indonesia di dalam MPP PBB.

Sejak pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda melalui Konferensi Meja Bundar, Indoneisa telah menjadi anggota ke-60 PBB pada 26 September 1950. Keikutsertaan PBB membantu Indonesia terjadi ketika Agresi Militer Belanda I, Perundingan Renville dan Perundingan Roem Royen. Setiap negara yang menjadi anggota dari organisasi internasional bertujuan untuk meningkatkan kepentingan negaranya dan ikut berperan aktif dalam organisasi tersebut.

PBB sebagai forum internasional yang bertujuan untuk mencegah konflik, membantu pihak yang terlibat konflik dan membantu menciptakan perdamaian dan keamanan internasional untuk menciptakan perdamaian antar bangsa dengan Dewan Keamanan PBB yang diberi wewenang untuk peringatan gencatan senjata maupun pembentukan pasukan perdamaian. Operasi Pemeliharaan Perdamaian PBB sebagai bentuk mekanisme untuk dapat memelihara perdamaian internasional yang diwujudkan dalam Misi Pengamat (Observers) dan Pasukan Pemerihara Pedamaian (United Nations Peacekeeping Force) dengan menggunakan kekuatan militer dari berbagai negara yang telah ditetapkan oleh Dewan Keamanan PBB. Konflik yang terjadi di dunia memerlukan adanya sebuah pencegahan sehingga dapat memunculkan sebuah kesadaran untuk dapat menjalin hubungan kerja sama internasional sebagai upaya untuk mengatasi konflik dan berbagai permasalahan internasional.

Suatu negara memiliki peranan penting untuk memelihara perdamaian dan keamanan internasional, Indonesia berkontribusi untuk ikut dalam operasi pemeliharaan perdamaian serta meningkatkan kerja sama di PBB. Partisipasi Indonesia sebagai bentuk strategi nasional dalam bidang pertahanan dengan meningkatkan jumlah militer. Dengan demikian, Indonesia dapat berperan aktif serta meningkatkan peranannya di kawasan ASEAN dan Kawasan Asia Pasifik sebagai upaya diplomatik.

Salah satu panglima yang ikut serta dalam MPP PBB adalah Rais Abin, lahir di Koto Gadang, Agam, Sumatera Barat pada 15 Agustus 1926 menjadi Panglima United Nations Emergency Forces (UNEF) II sejak tahun 1976-1979 di Timur Tengah pascaperang Yom Kippur. Rais Abin menggantikan Letjen. Bengt Liljestrand, memimpin pasukan PBB di Timur Tengah. Pembentukan pasukan khusus digunakan untuk mewujudkan perdamaian dengan menghentikan konflik yang berlangsung. UNEF II bertugas untuk mengawasi pelaksanaan gencatan senjata dan penarikan mundur pasukan Mesir serta Israel dari wilayah konflik.

Perang yang terjadi antara Mesir dengan Israel dikenal dengan “Perang Enam Hari” yang terjadi pada 1967 dari peperangan tersebut Israel berhasil merebut Jazirah Sinai dan Jalur Gaza. Pertempuran kedua terjadi pada 1968 di sepanjang Terusan Suez. Rais Abin sebagai komandan UNEF II yang mengkoordinir 4.031 tentara dari Australia, Austria, Kanada, Finlandia, Ghana, Indonesia, Irlandia, Nepal, Panama, Peru, Polandia, Senegal dan Swedia juga bertugas sebagai moderator perdamaian Mesir dan Israel.

Peperangan yang terjadi mengubah pandangan antara kedua negara. Rais Abin berhasil mempertemuakan PM Israel, Menachem Begin dengan Presiden Mesir, Anwar Sadat. Pertemuan dilakukan di Amerika Serikat pada 1979 di Camp David yang dikenal dengan nama Perjanjian Perdamaian Camp David dengan penandatangan perjanjian final di Gedung Putih, Washington DC disaksikan oleh Presiden AS, Jimmy Carter. Perjanjian tersebut berisi tentang menarik mundur pasukan Israel dari wilayah Sinai dan menyerahkan kembali kota El-Arish kepada mesir dan kapal-kapal Israel diijinkan kembali berlayar melewati Terusan Suez.

Peran Rais Abin dalam misi perdamaian dunia berhasil mengharumkan Indonesia sebagai satu-satunya Jendral Indonesia yang pernah memimpin multinational peacekeeping mission yang telah terlibat sejak 1957.  Keterlibatan Indonesia hingga saat ini masih dipercaya PBB dengan mengirim pasukan militer untuk MPP (Misi Pemeliharaan Perdamaian).


Share Tulisan Diana Rahmawati


Tulisan Lainnya

Warakatulikhlas III

#ESAI - 01/05/2021 · 15 Menit Baca

Musim Berganti

#SASTRA - 01/05/2021 · 1 Menit Baca