× Humaniora Kesehatan Lingkungan Gaya Hidup Perempuan Agama Seni Budaya Sastra Sosok Wisata Resensi Nawala Intermeso Esai Media
#SASTRA

Perempuan Lautmu

Sajak Sabtu
Perempuan Lautmu
Ilustrasi: Pixabay.

10/04/2021 · 1 Menit Baca

:untuk Dinda Je

tapi pagi ini pelagis 
belum jua memecah arus
meski angin utara mulai meriak
dalam rindu nelayan
yang tersemat di ujung cadik

dulu, ketika ombak ketiga
mengirim riak, kakekku bilang:

“Kalau ingin bertemu pelagis menetas arus
tataplah laut dengan rindu
pada perempuanmu”

sore ini 
pada rindang ketapang
aku melihat angin utara
mengirim bangau pulang ke dangau

itu sayap-sayap menerbangkan
cinta arus pada laut
cinta angin pada riak
cinta ombak pada pantai

dan malam ini
kulihat purnama pecah di tepi ombak
waktu itu, kakekku bilang:

“Perempuanmu itu seperti riak laut.  Ia selalu 
mengirim gelora cinta. Mungkin 
tak pernah bisa kau selami 
dalamnya palung rindu”

tapi di pelabuhan yang 
menanam sauh sedalam-dalamnya
perempuan lautmu
tak pernah berlabuh 

Ibrahim Gibra
3 April 2021

 

tentang rinai sore ini
:untuk Dinda Je

biarlah gembur sudah tanah ini
sebab kau memang ingin berkabar 
tentang hujan 

aku tahu sudah lama akar menjaga pohon
di antara daun yang menerbangkan angin 
dan kotamu berimbun-rimbun
sampai ia nyaris lupa
pada hutan yang memberinya 
setangkai rindang  

tapi setiap kali derai hujan 
di gunung-gunungmu
sungai-sungai berkelana ke muara
lalu ombak menetas arus
dan siapa bilang uap tak bertemu awan?

sesudah itu kau berkabar lagi
tentang hujan sore yang
mendekap rinai

Ibrahim Gibra
29 Maret 2021

 

ini ombak tetap jua pecah di pantai
:untuk Dinda Je

sederu-deru
angin dan arus
ini ombak tetap jua 
pecah di pantai

sejauh-jauh camar 
menari di atas riak
tetap jua ini rindu
pulang ke dangau

Ibrahim Gibra
30 Maret 2021


 

Ibrahim Gibra, nama pena dari Gufran A. Ibrahim, punya kegemaran menulis artikel ihwal bahasa, masalah sosial budaya, demokrasi, pendidikan, dan literasi di Kompas dan di sejumlah koran lainnya. Ia juga menulis sajak dan cerpen yang diterbitkan dalam bentuk buku maupun diterbitkan di koran cetak dan daring. Gufran A. Ibrahim adalah Guru Besar Antropolinguistik pada Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun. Ibrahim Gibra telah menerbitkan antologi sajak pertamanya, Karang Menghimpun Bayi Kerapu (Penerbit Jual Buku Sastra, 2019). Kini Ibrahim Gibra telah merampungkan antologi sajak kedua, Musim yang Melupa Waktu (sedang dalam proses penerbitan) dan antologi ketiga, Pucuk pun Beriba pada Ranting (sedang dalam penyuntingan). Ia juga telah merampungkan buku kumpulan artikelnya yang pernah dimuat di Kompas dan koran lainnya, Bertutur di Ujung Jempol: Esai Bahasa, Agama, Pendidikan, dan Demokrasi (kini sedang dalam proses penerbitan). Ibrahim Gibra dapat dihubungi via ibrahim.kakalu@gmail.com


Share Tulisan Ibrahim Gibra


Tulisan Lainnya

Asosial

#ESAI - 19/07/2021 · 15 Menit Baca

Bendera Putih

#ESAI - 18/07/2021 · 15 Menit Baca