× Humaniora Kesehatan Lingkungan Gaya Hidup Perempuan Agama Seni Budaya Sastra Sosok Wisata Resensi Nawala Intermeso Esai Media
#ESAI

Mengapa Kita Harus Membantu Palestina?


Direktur LSM RORANO
Mengapa Kita Harus Membantu Palestina?
Ambulance berlogo Pemkot Padang di Gaza/foto CNN Indonesia

23/05/2021 · 3 Menit Baca

Lupakan sejenak cerita Muhammad Ali Taher, seorang jurnalis pemilik beberapa media Arab yang belakangan jadi pengusaha dan mendonasikan seluruh uangnya di Bank Arabia untuk membantu Indonesia yang sedang berjuang mempertahankan kemerdekaan dari agresi militer Belanda yang mengekor di belakang tentara sekutu.

Lupakan pula kiprah Mufti Palestina, Sayyid Muhammad Amin Al Husaini yang berkeliling negara-negara Arab untuk mendapatkan pengakuan dan mendukung kemerdekaan Indonesia. Totalitas kedua tokoh Palestina ini membuat Presiden Soekarno berkata : Selama kemerdekaan Palestina belum diserahkan, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menentang penjajahan Israel.

Kisah heroik dan keikhlasan kedua tokoh yang mewakili rakyat Palestina ini adalah catatan sejarah yang tak banyak dibaca generasi Indonesia saat ini. Mungkin karena sudah sangat lama terjadi.  Yang dilakukan Muhammad Ali Taher dan Sayyid Muhammad Amin Al Husaini terjadi antara tahun 1944 - 1945. Di tahun-tahun itu, rakyat Palestina juga tengah berperang melawan Inggris dan Yahudi. Perang pecah setelah Inggris membuat deklarasi Balfour - deklarasi tanpa persetujuan bangsa Palestina - yang mengijinkan orang-orang Yahudi datang dan bermukim di Palestina.

Mari membaca kisah terbaru : tentang keikhlasan orang-orang Palestina membantu rakyat Indonesia.

Desember 2008, zionis Israel menyerang Gaza dengan kekuatan darat yang besar. Ratusan tank dikerahkan. Pesawat menjatuhkan bom fosfor. Kota Beit Lahiya, pintu masuk Gaza di bagian Utara jadi palagan sengit. Gaza itu mirip propinsi yang besar dengan tujuh kota. Di selatan ada Rafah yang jadi pintu masuk dari Mesir, sedangkan di Utara ada Beit Lahiya yang berbatasan langsung dengan Israel. 400 mujahid Palestina gugur dalam perang yang berlangsung hampir sebulan. Kota itu luluh lantak rata dengan tanah. Ribuan orang mengungsi. Penduduk Beit Lahiya sangat menderita. Serba kekurangan. Hidup di antara reruntuhan sisa perang. Meski begitu,  perlawanan Palestina membuat langkah agresi militer Israel terhenti di Beit Lahiya dan gagal mencapai Gaza. 

Akhir September 2009, gempa berkekuatan 7,9 SR mengguncang Padang,  Sumatera Barat. Kota sejenak ringkih. Porak poranda bak rumah-rumahan dari pasir yang dihempas gelombang ganas yang menerjang pantai. Jeritan kematian berkelindan dengan kepanikan yang menyergap. Lebih dari seribu warga Padang meninggal. Lebih dari 200 ribu rumah, fasiltas publik, tempat ibadah dan bangunan lain hancur. Padang jadi kota mati.

Tahukah kawan, di antara duka dan kegentingan itu, siapakah pejabat dari luar negeri yang pertama kali berkunjung ke Padang dan membawa bantuan kemanusiaan?. Dia hanya seorang Walikota dari negeri yang jauh ribuan kilometer dari Padang. Namanya DR. Izzuddin ad-Dahnun. Dia adalah Walikota Beit Lahiya.

Saya menulis kisah ini dengan mata berair dan kuduk yang meremang. Bayangkan kawan, Beit Lahiya sembilan bulan sebelumnya  dihancurkan zionis Israel. Masih tertatih membangun dan berusaha menghalau trauma perang. Tapi begitu mendengar nun jauh di ujung barat Indonesia - negara yang dulu didukung penuh kemerdekaannya oleh para tokoh Palestina - ada warga yang butuh bantuan kemanusiaan, sang Walikota datang sendiri membawa bantuan yang dikumpulkan warga Beit Lahiya.

Saya membayangkan bagaimana sulitnya sang Walikota melewati begitu banyak pos-pos pemeriksaan tentara zionis dan mengurus visa untuk datang ke Indonesia.  Sungguh sebuah jejak kemanusiaan yang mulia. DR. Izzuddin ad-Dahnun - meninggal dalam agresi zionis Israel setelah kembali dari Padang. Al Fatihah untuk almarhum.

Di Padang, bantuan kemanusiaan warga Beit Lahiya diserahkan langsung kepada Walikota Padang,  DR. Fauzi Bahar. Ikut menyaksikan penyerahan bantuan itu adalah Buya Mehyeldi, Wakil Walikota Padang saat itu yang kini menjadi Gubernur Sumatera Barat. Itulah mengapa Gubernur Sumatera Barat jadi pejabat Indonesia pertama yang mendesak Presiden Jokowi bersikap mengutuk penyerangan Israel ke Gaza. Itulah mengapa Pemkot dan warga Padang mengumpulkan donasi 100 juta rupiah dan dikirim ke Gaza. Itulah mengapa ada mobil ambulance dengan logo Pemkot Padang di jalanan Gaza yang beroperasi mengangkut warga yang terluka akibat serangan roket Israel.

Selain Padang, bantuan kemanusiaan juga diberikan rakyat Palestina untuk membantu warga yang menderita ketika gunung Merapi meletus besar beberapa tahun kemarin. Sumatera Barat terutama warga Padang saat ini juga telah mengirim bantuan tahap II sebesar setengah milyar rupiah untuk warga Gaza. Besar kecilnya uang mungkin tak membalas jejak kebaikan yang telah diberikan Palestina selama ini, tetapi setidaknya bantuan kemanusiaan yang kita berikan akan menjadi penanda penting bahwa kita masih tergolong manusia yang memiliki nurani. Yang tahu artinya berterima kasih.

Laporan otoritas Palestina menyebut, serangan Israel selama 11 hari di Gaza telah menghancurkan sebagian wajah kota seluas 365 km2 itu.  2000 rumah warga hancur rata dengan tanah, sekitar 15 ribu rumah rusak sebagian, belasan rumah sakit termasuk satu satunya laboratorium Corona di kota itu rusak. Saat ini, 800 ribu warga Gaza dari total populasi sekitar dua jutaan tak bisa menikmati air bersih. Banyak pipa air bersih yang hancur dibom zionis Israel. Ribuan anak-anak Palestina juga butuh trauma healing. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Gutteres menyebut : Jika ada neraka di dunia, itulah hidup anak-anak di Gaza

Mereka yang sedang terpuruk di Gaza adalah bagian dari kita. Mereka tak meminta pertolongan, kitalah yang wajib menolong.
Dalam novel "Haze Of Jannatullah", Rizal Pahlevi menuliskan sebuah pesan kemanusiaan dengan indah.

Dalam kitab cinta dan jihad..
Ada sebuah tulisan khusus yang membahas tentang Hati
Makhluk ini hanya bisa hidup dengan cara memberi lebih dan sedikit menerima.

Saat ditanya kepada hati tentang makna Cinta
Ia hanya bisa menjawab, 
Bahwa Cinta adalah nama lain dari ;
Pengorbanan


Share Tulisan Asghar Saleh


Tulisan Lainnya

Lelaki Kembara Itu Bertemu Pulang

#SASTRA - 30/05/2021 · 1 Menit Baca