× Humaniora Kesehatan Lingkungan Gaya Hidup Perempuan Agama Seni Budaya Sastra Sosok Wisata Resensi Nawala Intermeso Esai Media
#SASTRA

Lelaki Kembara Itu Bertemu Pulang

Sajak Sabtu
Lelaki Kembara Itu Bertemu Pulang
Ilustrasi. (Pixabay)

30/05/2021 · 1 Menit Baca

:untuk Profesor Bani

ke kota-kota 
yang menundukkan gedung dan jalan
ia bertemu orang
angin
dan musim 

berjumpa kupu-kupu yang 
mencumbu bunga-bunga

ke masa lalu
ia bersua batu-batu 
yang mendiam segala ada dalam kenangan

ia berkelana 
ke kampung
dan gunung 
sampai lelaki kembara itu
bertemu pulang di lain waktu

Ibrahim Gibra
23 Mei 2021

 

tentang rahasia palung-palung
:untuk Andi Sumar Karman

di atas sehelai daun 
yang dibawa angin laut 
ia bermimpi tentang 
arus
ombak
dan kelepak sayap camar  

sampai-sampai daun itu 
menjadi kapal tubuhnya   
lalu ia bercerita tentang
sauh yang mendiam 

tapi kapankah palung-palung
akan berkirim rahasia terdalam
tentang seorang perempuan
yang pecah rindunya  

tapi kapankah palung-palung 
akan berkabar tentang 
kaki-kaki kecil yang lucu
yang mungkin telah pergi ke kaki langit
sebelum kapal tubuhnya
merebah di pelabuhan ini    

Ibrahim Gibra
27 Mei 2021

 

jangan simpan kata-katamu
:untuk Doktor Rita Inderawati

jangan simpan kata-katamu
sebab kamus macam mana
yang tak berlema

jangan simpan kata-katamu
sebab aksara macam apa
yang ingin meyatim makna

mari
marilah 
bergerailah kata-kata
sampai puisi bahagia

Ibrahim Gibra
27 Mei 2021

 

tentang buku batik
:untuk Profesor Bani dan Profesor Novi

di sini 
garis-garis melenting 
bunga dan daun berkelindan
dalam adab berbaju 

ada kupu-kupu menerbangkan angin
sampai ke segala penjuru   

di sini 
sampai ke tepi buku
bertemu gunung dan pantai
beradu awan dan mimpi 

semua dilukis dengan rindu
semua ditulis dengan cinta

Ibrahim Gibra
23 Mei 2021

 

kepada siapa sauh dilabuhkan
:untuk Andi Sumar Karman

hanya arus yang menyimpan
segala rahasia laut

tapi kepada siapa
sauh ini dilabuhkan

cuma rindu perempuan
dan mimpi anak kecil
yang bisa merapal kapan jangkar menderu

Ibrahim Gibra
27 Mei 2021



Ibrahim Gibra, nama pena dari Gufran A. Ibrahim, punya kegemaran menulis artikel ihwal bahasa, masalah sosial budaya, demokrasi, pendidikan, dan literasi di Kompas dan di sejumlah koran lainnya. Ia juga menulis sajak dan cerpen yang diterbitkan dalam bentuk buku maupun diterbitkan di koran cetak dan daring. Gufran A. Ibrahim adalah Guru Besar Antropolinguistik pada Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun. Ibrahim Gibra telah menerbitkan antologi sajak pertamanya, Karang Menghimpun Bayi Kerapu (Penerbit Jual Buku Sastra, 2019). Kini Ibrahim Gibra telah merampungkan antologi sajak kedua, Musim yang Melupa Waktu (sedang dalam proses penerbitan) dan antologi ketiga, Pucuk pun Beriba pada Ranting (sedang dalam penyuntingan). Ia juga telah merampungkan buku kumpulan artikelnya yang pernah dimuat di Kompas dan koran lainnya, Bertutur di Ujung Jempol: Esai Bahasa, Agama, Pendidikan, dan Demokrasi (kini sedang dalam proses penerbitan). Ibrahim Gibra dapat dihubungi via ibrahim.kakalu@gmail.com


Share Tulisan Ibrahim Gibra


Tulisan Lainnya

Gonone

#ESAI - 25/05/2021 · 15 Menit Baca