× Humaniora Kesehatan Lingkungan Gaya Hidup Perempuan Agama Seni Budaya Sastra Sosok Wisata Resensi Nawala Intermeso Esai Media
#SASTRA

Makrifat Cinta Makrifat

Sajak Sabtu
Makrifat Cinta Makrifat
Ilustrasi. Foto: pixabay.

28/12/2019 · 1 Menit Baca

 

Makrifat Cinta Makrifat

Aku bermimpi mencintaimu
dan hilang di ujung kenikmatan
sampai waktu pun lupa menulis

Kau bertanya, "Sejak kapan kita berjumpa?"

tapi waktu begitu kejam membentangkan jarak
kita dibuang ke hari yang jauh, dan
rindu menggunung di sana
padam di antara nyala dan bara

kamu bermimpi mencintaiku
dan kehilangan jalan pulang dari rimba kenikmatan
sampai lupa bahwa cinta adalah akad purba

Aku bertanya, "Sudah berapa lama kita berjumpa?"

Ibrahim Gibra
12 Desember 2019


 

Tentang Rumah yang Belum Beralamat

di kota yang berabad-abad berlimpah aksara
kau bilang rumahmu belum berhuruf

aku tahu, pada sekian kali derai hujan
huruf-huruf di rumahmu telah ditulis peri
saat ia datang mengetuk pintu, dengan sehelai ketukan
begitu lembut, tak ada suara
sampai-sampai kota pun terdiam

lalu para pengembara pulang dengan dada terluka
tersebab bertemu rumah yang belum beralamat

Ibrahim Gibra
16 Desember 2019

 

 

Hujan Bulan Desember
: Sapardi Djoko Damono

hujan bulan juni* sudah lama pergi
tetapi deras setangkup air hinggap ke muka daun
menulis hari-hari tersisa
dan, angka-angka siap berganti rupa

ada butir air di atas laut biru, dirinai daras awan
menjumpa hijau pulau-pulau itu
lalu hutan hujan menyimpan daun setahun

dari sini, embun membenih jendela kaca
angka-angka diantar ke lain waktu

Ibrahim Gibra
12 Desember 2019

*Judul puisi Sapardi Djoko Damono, "Hujan Bulan Juni" (1989) dalam Hujan Bulan Juni (Gramedia, cetakan ketiga belas Maret 2019)

 

 

Kemarau di Ujung Talang

musim mengirim musim
sore ini turun hujan

kuyup kemarau di ujung atap, talangku bocor
tumpah-tumpah hujan hingga ke jalan-jalan
tapi ia tak bertemu tanah

engkau mungkin lupa, kota-kotaku
adalah lantai beton, tiang-tiang raksasa
selokan bocor, sungai jebol
ikan gabus adalah plastik
yang girang seperti itik bertemu telaga

aku selalu lupa
sama seperti aku selalu ingat
kemarau membanjir saban tahun

Ibrahim Gibra
28 Desember 2019

 

 

Marikurubu

Di gunung ini
alam mengirim suara, batu itu
bergumam, mari kurubu.

Menyaring suara dari angin dan laut
batu dengung sudah lama diam di situ
bersama aroma cengkeh dan pala.

Orang-orang datang mendengarkan gumam
siapa tahu ada kebenaran di sana
sayang, bunyi itu telah diam menjadi batu.

Ibrahim Gibra
6 Oktober 2019


Share Tulisan Ibrahim Gibra


Tulisan Lainnya

Warakatulikhlas VI (Selesai)

#ESAI - 11/05/2021 · 15 Menit Baca

Warakatulikhlas V

#ESAI - 10/05/2021 · 15 Menit Baca

Laut

#ESAI - 08/05/2021 · 3 Menit Baca